Rahasia

March 12th, 2008 by dedysu

Rwemerson

Rahasia ini adalah jawaban atas apa yang telah terjadi, yang sekarang terjadi dan yang akan terjadi (RW Emerson)

Apa Yang Telah Terjadi

Kita dapat menyaksikan apa yang telah terjadi dalam hidup kita, yang bila kita renungkan kembali, benar juga, itu adalah akibat atas apa yang kita pikirkan.

Semua yang sudah terjadi adalah akibat dari pikiran kita sebelumnya.

Berpegang pada prinsip The Secret - Law of Attraction, apa-apa yang telah terjadi adalah karena fokus kita.

Bilamana kita berfokus pada hal-hal yang negatif, seperti memikirkan bagaimana susahnya mendapat pacar, susahnya mencari uang, susahnya meniti karir, maka hasil yang didapatkan juga akan menjadikan kita benar-benar susah.

Memang banyak orang yang terus menerus menyesali apa yang sudah terjadi, tetapi bukankah apa yang telah berlalu tidak bisa kita ubah lagi?

Apa Yang Terjadi Sekarang

Saat ini pun, dimana hidup membawa kita, kita ada disini karena cara pikir kita yang sebelumnya.

Sudah cukupkah bukti-bukti dalam diri Anda bahwa apa yang ada dalam diri Anda hari ini adalah apa yang Anda fokuskan sebelumnya.

Bagaimana hari ini terjadi akibat pikiran negatif yang sudah dilontarkan sebelumnya?

Bagaimana hari ini terjadi akibat pikiran positif yang sudah dilontarkan sebelumnya?

Apa Yang Akan Terjadi Di Masa Yang Akan Datang

Dan tentunya, di saat yang akan datang, apa yang akan terjadi, nantinya adalah hasil dari apa yang kita pikirkan sekarang.

Jawaban Atas Semuanya
Mengapa ini disebut sebagai jawaban? (atas apa yang telah terjadi, yang sekarang terjadi dan yang akan terjadi)?

Disebut jawaban, kalau kita pernah bertanya mengapa. Mengapa hal ini bisa dan pernah terjadi, dan mengapa hari ini ada disini.

Mungkin 2 pertanyaan ‘past’ dan ‘present’ akan menyadarkan kita agar lebih mengenal dan mengolah pikiran kita. Pertanyaan ke-3 tentang ‘future’, akan mengakibatkan kita melihat pikiran kita saat ini.

Dijelaskan dalam The Secret - Law of Attraction, vibrasi hanya bereaksi atas apa yang kita pikirkan saat ini, sekarang ini.

Jadi bila kita mulai dari saat ini, tidak ada kata terlambat.

Bila ada pikiran-pikiran negatif sebelum saat ini, belum terlambat bagi kita untuk mulai dengan pikiran positif.

Karena kekuatan pikiran positif adalah ratusan kali kekuatan pikiran negatif.

Apabila Anda mencari jawabannya — apa yang Anda katakan, pikirkan dan lakukan saat ini, akan menjadi jawaban atas pertanyaan kemana arah hidup Anda.

Pertanyaannya, kemanakah arah hidup Anda?

Hubungan Bhikkhu dengan Umat

February 22nd, 2008 by dedysu

Hubungan Antara Bikkhu dan Umat merupakan hubungan yang bersifat moral-religius dan bersifat timbal balik, sebagaimana telah dijelaskan Sang Buddha dalam Sigalovada Sutta :

Umat hendaknya menghormati bikkhu dengan membantu dan memperlakukan mereka dengan perbuatan, perkataan dan pikiran yang baik, membiarkan pintu terbuka untuk mereka dan memberikan makanan serta keperluan yang sesuai untuk mereka.

Bikkhu mempunyai kewajiban kepada umat : melindungi dan mencegah mereka dari melakukan perbuatan jahat, memberi petunjuk untuk melakukan perbuatan baik, menerangkan ajaran yang belum didengar atau diketahui, menjelaskan apa yang belum dimengerti, dan menunujukkan jalan untuk menuju Pembebasan.

Bikkhu tidak mempunyai "kekuasaan" terhadap umat dan tidak memberikan "sanksi" pada umat. Namun, kepada umat yang berbuat tidak pantas atau melakukan penghinaan terhadap Dhamma-Vinaya, maka bikkhu akan "berpaling" dari mereka dengan tidak menerima segala persembahannya. Dengan demikian, umat tersebut dianggap tidak pantas mempersembahkan sesuatu kepada bikkhu(atau Sangha), sehingga umat itu kehilangan kesempatan yang baik untuk melakukan perbuatan baik atau jasa.

Sebaliknya, umat pun dapat "berpaling" dari bikkhu yang melakukan perbuatan melanggar Dhamma-Vinaya dengan tidak melayani atau memberi persembahan kepadanya. Ada beberapa hal mengenai kebikhhuan yang perlu kiranya diketahui oleh umat Buddha.

Dalam hubungannya dengan wanita, seorang bikkhu tidak boleh dengan nafsu indriya menyentuh seorang wanita(Sanghadisesa ke-2) dan tidak boleh pula duduk berdua dengan wanita di tempat tertutup (Pacittiya ke-44).

Sang Buddha mengajarkan kepada Yang Ariya Ananda (Maha Parinibbana Sutta) :

"Jangan melihat kepada seorang wanita; Kalau mesti juga, maka janganlah berbicara dengannya; Kalau mesti juga, maka berbicaralah tentang Dhamma dan Sila dan sebutlah Sang Buddha dengan segala kekuatan batinmu."

Selain itu, bikkhu tidak boleh menjadi perantara dalam hubungan perjodohan antara pria dan wanita (Sanghadisesa ke-5). Bikkhu tidak boleh menumpuk kekayaan emas, perak dan lain-lain. (Nissagiya Pacittiya ke-18), atau terlibat dalam perdagangan atau jual-beli (Nissagiya Pacittiya ke-20). Ia tidak boleh berbohong(Pacittiya ke-1), tidak boleh mencaci-maki(Pacittiya ke-2) atau menfitnah(pacittiya ke-3), tidak boleh pula menjawab secara menghindar dan menimbulkan kesulitan dengan berdiam diri(Pacittiya ke-12). Selain itu, ia melatih diri untuk tidak menonton pertunjukan/nyanyian/tarian dan segala sesuatu yang membawanya ke arah kenikmatan indriya. Ia melatih diri untuk tidak mempergunakan tempat tidur atau tempat istirahat yang mewah dan membatasi kebutuhan hidup sesederhana mungkin.

Hendaknya bikkhu tidak menolak persembahan yang dibutuhkan, mengambil sikap atau mengatur tingkah laku seseorang, menyalahgunakan hak, mempersalahkan orang lain atau memperolok, mencapai sesuatu dengan menyiarkan kabar bohong atau menfitnah, berlomba mencari barang-barang lahiriah dengan barang-barang lahiriah (Visudhi Magga). Juga ia tidak demi penghidupannya, meramal dengan melihat suratan tangan, meramal sesuatu yang akan terjadi, penujuman, mempersembahkan korban, mendapatkan jawaban sabda para dewa, dan berpraktek sebagai "dokter" - yang merupakan tipu daya rendah untuk mendapatkan penghidupan.(Digha Nikaya, I)

Penghormatan tingkah laku yang menunjukkan kerendahan hati pada lainnya merupakan hal yang baik dan terpuji (untuk bikkhu dan umat). Ada beberapa cara penghormatan yang diperkenankan Sang Buddha : 

1.Vandana(berlutut - "menunjukkan penghormatan dengan lima titik" - dahi,kedua lengan __bawah,kedua lutut). 

2.Utthana (berdiri untuk menyambut). 

3.Anjali (merangkap kedua telapak tangan untuk menghormat).

4.Samicikamma (cara-cara lain yang baik dan terpuji untuk menunjukkan kerendahan hati).

Cara penghormatan yang sama dilakukan oleh umat kepada bikkhu. Umumnya bikkhu akan menerima penghormatan tersebut dengan mengatakan : "Sukhi hotu" - Semoga engkau berbahagia (di Sri Lanka) atau "Ayu vanno sukham balam" (di Mungthai). Sang Buddha sendiri tidak pernah menetapkan bahwa bentuk penghormatan begini atau begitu harus dilakukan kepada para bikkhu. Dalam hubungan penghormatan ini perlu kiranya diingat bahwa si pelakulah — bukan si penerima — yang akan mendapat manfaat dengan memberikan penghormatan kepada yang patut dihormat karena hal itu merupakan suatu perbuatan baik dan akan mengembangkan punna pada si pelaku.

" Pada mereka yang senantiasa menghormat pada orang yang lebih tua akan bertambah empat hal : panjang umur, kecantikan, kebahagiaan, kekuatan"

(Dhammapada 109)

"Tak bergaul dengan orang yang tak bijaksana, Bergaul dengan mereka yang bijaksana. Menghormat mereka yang patut dihormat, Itulah Berkah Utama. "

( Mangala Sutta)

Sumber : Bikkhu Subalaratano, Dharma K.Widya, Pengantar Vinaya, STAB Nalanda, Jakarta 1993

Keanu Reaves Mengenal Buddha

February 19th, 2008 by dedysu

Reaves Keanu Reeves Mengenal Dharma

Keanu Reeves, terkenal dalam perannya sebagai Pangeran Siddharta
dalam film Little Buddha dan sebagai pemeran utama dalam trilogi Matrix,
baru-baru ini telah membintangi Constantine, film terkenal lainnya dengan
tema keagamaan. Sebagai pendukung agama Buddha yang setia,
dia memberikan kata pendahuluan, saling bergantian dengan Richard Gere,
dalam setiap dari tiga belas seri Discovering Buddhism at Home Series
yang berdurasi 30 menit yang diterbitkan oleh
Foundation for the Preservation of the Mahayana Tradition (FPMT).
Dalam wawancara oleh Stephen Hamel ini, Keanu berbicara
tentang perannya dalam film The Little Buddha,
apa yang membuat dia tertarik pada agama Buddha,
kegemarannya pada buku-buku karangan Dalai Lama,
dan bagaimana agama Buddha memberinya
suatu arti kehidupan yang baru.

Bagaimana Anda bisa terlibat dengan Bernardo Bertolucci dan film The Little Buddha?
Bernardo menonton My Own Private Idaho dan dia melihat saya di sana. Dulu saya tidak tahu apapun tentang agama Buddha. Ketika saya masih kecil, ibu saya mempunyai hasil kerajinan dari negeri China, jadi bagi saya Buddha adalah orang gemuk yang sedang tersenyum ini. Saya berasal dari keluarga yang bukan Kristen. Ibu saya orang Inggris dan tidak tertarik dengan gereja, tidak terlalu peduli akan hal keagamaan. Dalam hidup saya, saya telah mencari dan tertanya-tanya tentang Tuhan. Saya bergabung dengan perhimpunan Alkitab sebentar ketika masih berumur 11 tahun tetapi rupanya membosankan.
Kami bertemu di sebuah hotel di kota New York dan Bernardo menceritakan kisah dari naskah ini kepada saya.
Dia bercerita tentang lama dari Tibet yang dia jumpai dan bagaimana dia juga dulunya berasal dari keluarga yang tidak beragama, yang tidak memiliki kepercayaan, seperti saya. Tapi ketika dia bertemu para lama ini, mereka seakanakan "mempengaruhi" dia begitu saja. Dan sewaktu dia bercerita, saya mulai menangis, dan menyadari bahwa saya ingin sekali berada di sana.

Ketika Anda syuting untuk film Much Ado About Nothing di Italia, Anda bertemu dengan aktor Brian Blessed, dan dia membantu Anda dalam persiapan untuk film The Little Buddha.
Ada sesuatu tentang Brian Blessed yang membuat saya berpikir bahwa dia ada bermeditasi. Dia seorang aktor, dia mendaki Gunung Everest, dan ada sesuatu tentang dia yang membuat saya ingin bertanya kepadanya tentang Dharma (kebenaran). Jadi saya bertanya kepadanya apakah dia sudi meluangkan sedikit waktu untuk mengajarkan meditasi kepada saya. Saya harus membuktikan kepadanya bahwa saya ingin belajar. Dia mengajarkan saya meditasi yang sangat sederhana dan mendasar. Inilah awal perkenalan saya pada banyak pengalaman lain, pada suatu pesona yang menarik saya.
Selama 3 bulan saya terlibat dalam film ini, saya telah mendapatkan banyak contoh berjumpa dengan umat Buddha tanpa disengaja. Dalam perjalanan ke Florence untuk menemui saudara perempuan saya, saya memberi tumpangan untuk seseorang di jalan dan tiba-tiba saja saya bisa bertanya, "Apakah Anda seorang Buddhis?" Dan ya, dia bilang dia seorang umat Buddha! Hal ini sering kali terjadi.

Kapan Anda mulai terpikat secara mendalam dengan agama Buddha? Pada kunjungan pertama Anda ke Nepal?
Saya mulai merninta dikirimkan buku-buku Dharma kepada saya ketika saya syuting film Much Ado About Nothing, dan mulai membaca, melatih sikap tubuh dan duduk bermeditasi. Hal pertama yang saya pelajari adalah Empat Kebenaran Mulia: penderitaan, penyebab penderitaan, akhir dari penderitaan, dan jalan menuju akhir dari penderitaan. Umat Buddha percaya akan tidak adanya ‘diri’. Sang ‘aku’, yang kita sebut ‘ego’ di Barat, tidaklah ada.
Ketika saya di Nepal untuk membuat kostum, saya bertemu dengan seorang "guru", seorang Rinpoche (ahli dalam agama Buddha), yang bekerja bersama Bernardo. Saya mendapatkan beberapa sesi pelatihan diri darinya. Beliau mengajarkan serangkaian meditasi dan beliau berkata kepada saya bahwa untuk dasarnya fokuskan pada pemahaman tentang konsep ‘diri’. Beliau memberitahukan saya untuk menerima keadaan tersebut, kemudian lanjutkan ke hal-hal yang lebih rumit, dan pada dasarnya adalah mengenai belaskasih dan kebijaksanaandan Anda akan memperoleh kebahagiaan yang sebenarnya!
Kemudian saya mulai melakukannya bersama Rinpoche yang mengajarkan saya bagaimana menangani konsep tentang diri. Saya juga mempelajari banyak kebiasaan dalam Buddhis darinya.Tetapi Rinpoche juga berpesan pada saya untuk tidak menerima begitu saja apa yang telah dia katakan hanya dengan berdasarkan keyakinan! "Rasakan, kunyah, dan uji terlebih dahulu kebenarannya seperti tukang emas menguji keaslian emasnya". Saya rasa itulah kekuatan agama Buddha. Agama Buddha tidak menarik-narik orang lain untuk menjadi pengikutnya begitu saja. Seorang umat Buddha tidak akan memintamu mengucapkan I4 Doa kepada Bunda Maria sebelum mereka memberimu makanan. Agama Buddha bukanlah mengenai hal-hal seperti demikian. Hal utama yang telah membuat saya tertarik dengan agama Buddha adalah bahwa umat Buddha menaruh perhatian terhadap kebenaran. Inti dalam agama Buddha adalah cintakasih dan belaskasih dan kebaikan serta kebahagiaan bagi semua makhluk.

Anda jelas sekali sangat terpengaruh oleh ajaran Buddha. Inginkah Anda menjadi bhikkhu?
Tidak, tetapi ada sesuatu dalam diri saya menginginkannya. Ada bagian dari diri saya yang sedang mencari penegasan untuk melakukannya. Saat ini saya sedang bersungguh-sungguh dalam Buddhisme. Saya akan terus berlatih dan mempelajari agama Buddha.

Bagaimana pengaruh agama Buddha terhadap kehidupan Anda sebagai seorang aktor?
Saya telah dilatih menjadi seorang aktor selama 10 tahun: melihat diri saya, bertanya mengapa saya merasakan sesuatu hal, apa yang saya rasakan sekarang, mempelajari berbagai ekspresi fisik, dan mencoba mempelajari aspek emosi dan kecerdasan dalam setiap hubungan dengan orang lain. Dan ini telah membantu saya. Agama Buddha mengandung unsur pengobatan dalam beberapa hal dan saya telah sedang melatih pikiran saya.

Adegan pertama yang Anda mainkan dalam film tersebut adalah pencapaian penerangan sempurna oleh Siddhartha. Bagaimana Anda persiapan Anda?
Saya hanya mencoba memberi diri saya ketenangan dan ruang tanpa batas. Bernardo mempunyai sebuah gambar yang menarik dari sebuah buku tentang ekspresi muka. Saya hanya mencoba dan berusaha memahami makna gambar tersebut dan membayangkannya.

Bagaimana tentang diet ketat yang Anda harus lakukan ketika Anda melakukan adegan Siddharta yang telanjang dan membiarkan dirinya kelaparan di dalam hutan?
Anda dan saya tahu bahwa saya suka makan! Makan adalah salah satu hal paling menyenangkan dalam kehidupan! Tetapi dalam beberapa minggu itu kami melakukan adegan menahan nafsu tersebut, jadi saya puasa; saya hanya makan sebuah jeruk dan 10 liter air dalam satu hari!
Siddharta mencari pembebasan dari usia tua, penderitaan, dan kematian. Beliau sedang berusaha menaklukkan tubuh jasmani-Nya, menaklukkan nafsu-Nya, kemelekatan-Nya, dan Beliau sedang menguji diri-Nya. Beliau berpikir, "Jika Saya dapat menaklukkan nafsu Saya, Saya akan terbebas."

Bagaimana gambaran secara keseluruhan dari film tersebut?
Kami membuat penggambaran tentang Pangeran Siddharta dengan nuansa penuh arti moral, menyentuh, dan penuh belaskasih. Ini merupakan pendapat saya.

Bagaimana reaksi umat Buddha tentang film ini?
Saya tidak tahu. Saya belum menonton film tersebut. Pada awalnya sutradara Satyajit Ray yang berkebangsaan India menolak ide pembuatan film yang berkisah tentang Sang Buddha.Tentunya pasti ada orang lain yang berpikiran seperti itu juga. Film ini bukan berkisah tentang Sang Buddha. Ini merupakan penggambaran tentang Pangeran Siddharta dan kehidupannya. Bernardo telah sangat berhati-hati mengenai tanggungjawabnya. Tradisi, ritual, dan praktek yang digambarkan dalam film tersebut sangatlah teliti, dan pengajaran tentang Dharma di dalamnya cukup kompleks, berharga, dan mendalam, dan mudah-mudahan hal itu akan berguna.

Ada komentar lebih lanjut lagi?
Anda harus membaca buku-buku karangan Yang Mulia Dalai Lama, atau mendengarkannya. Beliau sangat mengesankan. Ada juga buku ini yang sedang saya baca baru-baru ini berjudul Kindness, Clarity and Insight (Kebaikan, Pencerahan dan Pandangan Terang). Jika ada yang ingin merasakan sedikit tentang hal-hal ini kebaikan, pencerahan dan pandangan terang (pemahaman yang benar) mereka harus membacanya.

Sumber: "The Sound Issue", April 1993i-D magazine (UK)

Sumber: How to Develop Happiness in Daily Living
Penerbit : Bodhi Buddhist Centre Indonesia, Medan

Nama-Nama Buddhist

February 19th, 2008 by dedysu

Nama-nama Buddhis

Sumber : Buku Nama-nama Buddhis
Penerbit: Yayasan Pancaran Dharma, Jakarta. Edisi Pertama - 2002.
Editor : Bhikkhu Sukhemo Mahathera, MA, Bhikkhu Dhammadiro
Penyusun : Dharma K. Widya, Ariya Chandra, Budhiarta, Buyung Wahab)

A

Abaddha/Abaddhana : bebas, tidak terikat
Abbha : langit
Abhaya : aman, bebas dari rasa takut
Abhimanggala : selamat, beruntung
Abhinava : baru, segar
Abhinnya : pengetahuan batin tinggi
Abhippasãda : kepercayaan
Abhirãdha : senang, riang, suka
Abhita/Abhiru/Abhiruka : berani
Abhivãda : penghormatan
Abyãpãda : tidak mempunyai kemauan jahat
Acala : tak tergoyahkan; bukit
Ãcariya : guru, pembimbing
Accana : penghormatan, pemujaan
Accha : terang, jernih, suci, murni
Accharã : peri, bidadari
Acchariya : ajaib, memukau, yang menyebabkan terpengaruh
Acci : lidah api, terik (matahari)
Accimã : benderang, menyala-nyala, cerdas
Accita : mulia, terhormat
Accuta : abadi, kepadaman total/abadi
Ãcinnadhamma : berperangai sesuai Dhamma
Ãdara : belas kasihan, sayang, peduli
Ãdãsa : cermin
Adda : basah, berair
Addha : kaya, mewah; setengah, separoh
Addhagu : pengembara
Addhika : pengembara
Addhi : gunung
Adhi : atas, lebih (unggul dsb)
Adhika : unggul, lebih tinggi
Adhipannya : kebijaksanaan yang lebih tinggi
Adhipati : tuan, pemimpin
Ãdi : pertama, awal
Ãdicca (Aditya) : matahari
Aga : gunung, pohon
Agada : sehat, baik; obat, jamu
Agãra : rumah
Agga : tertinggi, terhebat, puncak, unggul
Aggi (Agni) : api
Agha : langit, angkasa
Aha : hari
Ãhãra : makanan
Ahimsa : tanpa kekerasan
Ajãtasattu : nama seorang raja di jaman Sang Buddha, putra Raja Bimbisara
Ajimha : lurus, tulus hati
Ãjiva : penghidupan
Ajjhayaka : guru
Akalika : terbebas dari waktu
Ãkãsa : angkasa
Akka : matahari
Akkhadassa : hakim, wasit
Akkhaya : abadi, kekal
Akkhi/Aksi : mata
Akuppa : tabah, teguh, tak tergoncangkan
Akutila : jujur
Ãloka : cahaya
Amala : suci, murni, tak bernoda
Amara : keabadian, dewa
Amata : abadi
Amba : ibu
Ambu : air
Ãmisa : materi
Amita : tanpa batas, tak terukur
Amitã : nama saudara Raja Suddhodana yang merupakan ibu Yasodhara
Amitodana : saudara Raja Suddhodana yang merupakan ayah Ananda
Amma : ibu
Amoha : kebijaksanaan
Anala : api
Anãmaya : tidak berpenyakit, sehat
Ãnanda : 1. kegembiraan, periang ; 2. nama seorang siswa yang menjadi pembantu tetap Sang Buddha
Ãnandi : penggembira
Ananta : tanpa akhir/batas
Anãthapindika : nama seorang siswa awam yang menjadi penyokong utama Sang Buddha
Anavaya : sempurna, tidak kekurangan
Anda : telur
Aneja : bebas dari nafsu
Anela/Anelaka : tiada cacat, sempurna, murni
Angganã : perempuan
Anggira : seseorang/sesuatu yang cemerlang
Anjana : nama ayah Ratu Mahamaya
Angguli : jari
Anggulimãla : nama seorang siswa Sang Buddha yang sebelumnya merupakan orang jahat
Anigha : bebas dari kesukaran
Anila : angin
Anna : air
Annava : lautan
Anoma : penguasa, tertinggi
Anomadassi : orang yang mempunyai pengetahuan tinggi
Anta : akhir, pucuk
Antalikkha : angkasa
Anubala : bantuan
Anubhaddo : maju dengan baik
Anubhãva : kekuatan, anugerah, daya
Anubodha : turut mengetahui, turut sadar
Anuja : saudara
Anuruddha : nama seorang siswa Sang Buddha
Anusãsaka : penasihat
Anusãsana : nasihat
Anussati : perenungan
Anuttara : tak terbandingkan
Annya : memiliki pengetahuan yang sempurna
Apannaka : betul, benar
Ãpo : air
Appa : sedikit, kecil
Accharã : bidadari, peri
Ãrãdhanã : undangan, ajakan
Ãrãma : taman, hutan kecil
Arana : damai
Arannya : hutan
Aravinda : teratai
Araya : mulia, agung, utama
Ariya : suci, mulia
Arittha : nama murid Arahanta Mahinda yang memimpin Konsili di Anuradhapura, Srilanka
Ajjuna : 1. bersinar ; 2. nama seorang pangeran
Akka : sinar matahari, nyanyian, penyanyi
Arnasati : pemenang dari arus
Aroga : sehat
Asabha : pemberani
Ãsana : tempat duduk
Asani : halilintar, petir
Asi : pedang
Asita : 1. biru tua, tak menumpang, bebas ; 2. nama pertapa yang mengunjungi Bodhisatta Siddhattha ketika baru terlahir
Asma : batu
Asoka : 1. bebas dari kesedihan ; 2. nama seorang raja yang mengembangkan agama Buddha
Assaji : nama seorang dari lima siswa pertama Sang Buddha
Assattha : pohon Bodhi
Assava : penurut, mudah dinasihati
Atandi/Atandita : rajin
Ãtãpa : sinar matahari, panas, terik, usaha
Atavi : hutan belukar, hutan lebat
Ati/Aticaya : sangat
Atideva : dewa tinggi
Atimahanta : maha besar
Atimanãpa : sangat menarik, sangat memuaskan
Attã (Atma) : jiwa
Attadattha : 1 . manfaat bagi diri sendiri ; 2. nama seorang siswa Sang Buddha
Attaja : anak kandung
Attamana : gembira, puas
Attha (Artha) : kemakmuran, manfaat, tujuan, hasil
Attha : delapan
Atthi : tulang, benih
Atula : 1. tak terbandingkan, tak terperikan ; 2. nama seorang umat Buddha di jaman Sang Buddha
Avadãna : cerita, sejarah, dongeng, nasihat
Avadãta : putih, bersih
Avani : bumi, parit
Avatãra : penjelmaan
Avera : tanpa permusuhan, tanpa kedengkian, ramah, kebaikan
Avikkhepa : ketenangan/keseimbangan pikiran
Ayana : jalan, pintu
Ãyatana : tempat, kediaman, sumber, penyambung, bagian
Ãyu : umur
Ãyudha : senjata
Ayya : mulia, tuan

Kosmologis Buddha

February 15th, 2008 by dedysu

ALAM SEMESTA DAN KOSMOLOGI

Oleh :
Buddhadasa P. Kirthisinghe

Dr. K.N. Jayatilleke dari Universitas Ceylon mengemukakan pendapatnya sebagai berikut : "Konsepsi tentang Kosmos (= Alam Semesta) menurut Buddhisme, pada masa-masa awal dari perkembangannya, itu secara essensial, sama dengan konsepsi modern tentang alam semesta. Didalam teks berbahasa Pali, yang sampai di tangan kita, secara aksaranya diceriterakan, terdapat ratusan ribu matahari-matahari, bulan-bulan, bumi-bumi, dan dunia-dunia yang lebih tinggi, yang membentuk sistem dunia tingkatan minor (= kecil); terdapat seratus ribu kali jumlah sistem dunia tingkatan minor, yang membentuk sistem dunia tingkatan medium (= tengah-tengah); dan terdapat seratus ribu kali sistem dunia tingkatan medium yang membentuk sistem dunia tingkatan mayor (= besar). Didalam terminologi modern, itu tampaknya, apabila satu sistem dunia minor (= culanika loke dhatu), adalah sama dengan sebuah galaxy, yang melalui telescope yang paling baik, dapat kita lihat terdapat kira-kira ratusan juta dunia (matahari, bulan-bulan, dan sebagainya) didalamnya, maka dapat kita renungkan bahwa konsepsi Buddhis tentang sistem dunia-dunia, itu mempunyai kesamaan yang besar dengan keterangan dari ilmu pengetahuan modern.

Astronomi modern, melalui telescope yang besar dan kuat, telah dapat melihat adanya keluarga matahari-matahari tingkatan raksasa (yang luas sekali ruang lingkup beradanya di ruang angkasa), yang terdapat di dalam universe (= alam semesta) yang maha luas, yang dinamai galaxy. Astronomer Bangsa Rusia, yang bernama Vorontozoff, dan astronomer Bangsa Inggris, dari Cambridge University, yang bernama Fred Hoyle, berpendapat bahwa terdapat keadaan yang mantap mengenai keberadaan alam semesta ini. Mereka menerangkan theori "kemantapan keberadaan alam semesta" itu dengan mengemukakan hypothesa mereka tentang adanya penciptaan secara terus menerus zat-zat didalam ruang antar galaxy-galaxy.

Tiga orang ahli astronomi mathematis dari Inggris, H. Bondi, T. Gold, dan Fred Hoyle, mengemukakan pendapat mereka sebagai berikut : "Alam semesta itu tampak sama, kemana pun jauhnya kita pergi di sesuatu arah di ruang angkasa ini." Prinsip ini mendorong kita untuk menarik kesimpulan bahwa alam semesta itu haruslah tampak sama, apabila kita lihat, bagaimana pun kita bergerak, didalam hitungan waktu, ke depan, atau pun ke belakang. Mereka lebih lanjut berpostulasi bahwa ada fakta tentang menjadi makin tipisnya secara kontinu, zat-zat, yang terdapat di ruang dari alam semesta ini, yang disebabkan karena adanya perluasan yang berlanjut terus, dan ini dikompensasikan oleh penciptaan zat-zat baru secara terus menerus, yang terjadi secara uniform, di seluruh ruang-ruang antar galaxy-galaxy.

Postulasi tersebut tidak bertentangan dengan hukum universal tentang konservasinya zat-zat. Sudut pandangan ini memberikan bahan pemikiran mengenai asal dari evolusi galaxy-galaxy individual. Ini mendorong orang untuk beranggapan bahwa alam semesta itu sendiri berkeadaan abadi, walaupun pola-pola galaxy itu mengalami perubahan-perubahan secara konstan.

Di-claim oleh para astronomer bahwa ada bukti yang tampaknya sangat mendorong anggapan yang benar bahwa alam semesta itu sifatnya tidak terbatas. Pandangan ini sama dengan pandangan Buddhisme. Prof. Hoyle telah mengemukakan pendapatnya yang berbunyi sebagai berikut : "Saya dapati bahwa fikiran saya terdorong untuk ber-assumsi bahwa sifat dari alam semesta itu memerlukan kreasi secara terus menerus, suatu penciptaan berlanjut, yang memunculkan material dengan latar belakang yang baru." Pandangan ini juga sama dengan ajaran Buddhisme yang menerangkan bahwa, "tidak ada sesuatu yang sifatnya permanen, semua benda hidup atau benda mati, yang bersifat organic atau inorganic, itu muncul dan lalu lenyap."

Sangat mengherankan bahwa konstitusi alam semesta itu bersifat seragam. Kita dapati bahwa kira-kira 55% dari materi cosmic itu berupa hydrogen, 44 % helium dan sisanya yang 1% terdiri dari elemen-elemen yang lebih berat.

Sebuah galaxy itu sistemnya sangat mirip dengan sistem sebuah Tata-Surya. Itu mempunyai bentuk, pergerakan, dan konstitusi yang tertentu. Itu berada sendirian di suatu ruang, yang jauh terasing dari sejenisnya yang lain. Bintang-bintang dan elemen-elemen itu secara terus menerus terlahirkan didalamnya, dan semua bintang bergerak didalam ruang lingkupnya.

Sistem Tata-Surya kita ini terletak didalam galaxy Bima Sakti (= Milky Way galaxy), dengan jutaan jutaan bintang-bintang dan sistem-sistem planitnya. Galaxy yang paling dekat dengan Bima Sakti adalah Galaxy Andromeda. Galaxy Bima Sakti itu merupakan salah satu dari kelompok galaxy-galaxy yang jumlahnya kira-kira dua puluh buah, yang secara relatif berkeadaan saling berdekatan. Matahari kita mendominasi sistem planit kita dan beratnya ribuan kali dari planit Yupiter. Semua planit itu terletak secara tepat didalam alam dan jarak planit-planit tersebut dari Matahari itu mengikuti hukum mathematis, yang hukumnya berlaku sama terhadap bintang-bintang di alam semesta dan sistem-sistem planit mereka. Matahari itu sendiri ber-rotasi, berputar, secara lengkap, dalam kira-kira 26 hari. Planit-planit itu semua bergerak mengelilingi Matahari didalam suatu cyclus yang hampir sempurna. Sistem-sistem itu berkeadaan sangat teratur, harmonis dan bermakna. Didalam sistem galactic alam semesta, beberapa hari planit-planit itu menjadi arena kehidupan yang memiliki makhluk-makhluk yang intelligent, seperti yang terdapat didalam dunia kita pada sistem Tata Surya kita ini. Mereka itu haruslah memiliki temperatur dan atmosfeer yang tepat sama seperti yang menjadi persyaratan dari kehidupan yang kita kenal.

Sebuah naskah kuno India menceriterakan kepada kita tentang adanya sekelompok kecil makhluk, yang datang ke Bumi kita, ribuan tahun yang lampau, yang datang dengan kendaraan dari logam, yang mengitari Bumi beberapa kali, sebelum mendarat. Menurut naskah kuno tersebut, makhluk-makhluk dari luar Bumi kita, itu hidup menyendiri, dan memperoleh penghormatan yang besar dari penduduk Bumi. Bahkan hingga sekarang benda-benda terbang yang tidak diketahui identifikasinya, yang dikenal dengan istilah U.F.O. (= Unidentified flying objects) kadang-kadang dapat dilihat di angkasa di seluruh dunia. Beberapa orang mempercayai bahwa benda-benda yang tidak dikenal itu membawa makhluk-makhluk yang sangat tinggi intelligensinya, yang berasal dari planit-planit lain, sedang beberapa orang lainnya tidak mempercayainya dan mempermasalahkannya.

Dr. Harlow Shapley dan Dr. Edward Purcell, darl Universitas Harvard, percaya bahwa ada seratus juta planit pada Galaxy Bima Sakti kita saja, itu dihuni oleh makhluk-makhluk yang berintelligensi tinggi. Professor Gamov dari Universitas Colorado, juga berpendapat yang sama. Professor Hoyle dari Universitas Cambridge dan juga Dr. Stephen H. Doyle dari Rand Corporation, Amerika Serikat, menerangkan didalam bukunya yang berjudul "Habitable Planets for Man" (= "Planit-Planit yang dapat dihuni oleh Manusia"), bahwa didalam galaxy kita sendiri terdapat kira-kira 640.000.000 planit-planit yang kehidupannya seperti di Bumi kita, dan mereka juga menerangkan bahwa terdapat bilyunan galaxy-galaxy lainnya di alam semesta ini (sehingga tentunya jumlah planit-planit yang dapat dihuni makhluk, itu jumlahnya luar biasa banyaknya!).

Dr. John Taylor-lah, - seorang Professor Mathematika pada King’s College, London-, yang mempertahankan pendapatnya bahwa didalam galaxy kita, yang bernama Bima Sakti, ini sendiri, terdapat jutaan planit yang dihuni oleh makhluk yang intelligensinya tinggi, bahkan proporsi yang memiliki makhluk yang intelligensinya lebih tinggi dari kita, manusia di Bumi ini, lebih banyak." Agama Buddha menyetujui pendapat yang demikian itu.

Professor Carl Sagan dari Observatory-nya Universitas Harvard, dan Dr. I.S. Shklovskii dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, berpendapat bahwa adalah masuk akal suatu anggapan atau perkiraan yang mengatakan bahwa mungkin terdapat sebanyak kira-kira 1.000.000 planit didalam galaxy kita, yang tidak hanya memiliki kehidupan, tetapi juga memiliki makhluk-makhluk yang berintelligensi tinggi, bahkan telah memiliki kebudayaan atau peradaban yang sangat maju. Beliau, bahkan juga mengagumi pendapat yang mengatakan bahwa mungkin makhluk yang telah sangat tinggi intelligensinya, itu di masa yang lampau, pernah datang di Kerajaan Babylonia Kuno, dan mempengaruhi mythe, atau ceritera-ceritera ajaib, yang sekarang dipunyai oleh Kebudayaan Babylonia, yang dengan demikian dapat kita katakan bahwa Kebudayaan Babylonia itu dicipta oleh makhluk non-manusia, yang telah memiliki ilmu pengetahuan yang sangat tinggi.

Oleh karena itu, kita memperoleh referensi, yang berkaitan dengan kisah para "Brahma Deva", yang berasal dari planit-planit lain, yang datang ke Bumi kita ini, untuk menolong orang-orang yang sangat membutuhkan pertolongan, misalnya tokoh para Bodhisattva. Kisah tentang para "Deva" yang keadaannya sama seperti yang diceriterakan diatas itu, yang mengunjungi Bumi kita, untuk mendengarkan ajaran Buddha Dhamma, serta yang telah sangat menghormati Sang Buddha, menjelang dan sesudah Sang Buddha mencapai Kesadaran Parinibbhana, oleh para penganut Agama Buddha, tidak dianggap sebagai ceritera non-sense, atau khayal belaka, tetapi dianggap benar-benar terjadi, dianggap sebagai suatu kenyataan. Pun kisah tentang kunjungan Sang Buddha ke Surga Tusita, untuk memberi khotbah tentang Buddha Dharma, kepada Ibundanya Sang Buddha, yang bernama Devi Mahamaya, itu juga dipercayai oleh umat Buddha, sebagai hal yang benar-benar terjadi, dan masuk akal.

REFERENSI

- Gamow, George The Creation Of the Universe,
Penerbitan Bantam Book, N.Y. 1969.
- Garland, Kenneth. W The Inhabited Universe,
Penerbitan : Primier Book, N.Y. 1956.
- Hoyle, Fred The Nature Of Universe
Penerbitan : Signet Book, N.Y. & London,1954
- Jayatilleke, K.N. Buddhism and Science
Penerbitan : B.P.S. Ceylon, 1960
- Shklevakii, I.S. & Carll Sagan Intelligent Life in the Universe.
Penerbitan : Holden Day, USA, 1960.
- Taylor, John "Cosmology"
Penerbitan : B.B.C. Listener, June, 15 th. 1972 P. 789.

Candi Borobudur

February 13th, 2008 by dedysu

Lokasinya 41 Km dari barat laut Yogyakarta, dan 7 Km di selatan Magelang. Borobudur adalah candi Budhis yang paling besar sedunia, dimana terpampang sejarah kehidupan Buddha, yang mempunyai kekuatan yang luar biasa. Arsiteknya tidak jelas diketahui karena pembangunannya juga telah memakan waktu yang berabad. Bangunan kolosal ini dilaksanakan oleh dinasti Syailendra antara tahun 750 dan 842, yang berarti lebih dini 300 tahun dari Candi Ankor Wat di Kambodia. Pada tahun 1814 Sir Thomas Stanford Raffles menggali candi yang terkubur berabad abad ini. Restorasi secara besar-besaran dilakukan dari tahun 1905 sampai 1910 dipimpin Dr.Tb. van Erp. Restorasi susulan dibantu oleh UNESCO sampai pada tahun 1983. Sudah berulang kali Candi Borobudur kebanggaan Indonesia ini mengalami pengrusakan, namun selalu saja menarik simpatik dari banyak kalangan. Usaha restorasi berupa tenaga serta technologi dari seluruh penjuru dunia kembali melestarikannya. Apakah konsep dari bangunan candi ini memang dimaksudkan memiliki daya tahan dan daya menarik simpatik? Seluruh batu yang ditata menjadi candi borobudur ini mencapai 60.000 cubic meter. Ketinggian seluruhnya 42 meter asalnya, namun sekarang setelah restorasi menyusut tinggal 34,5 meter. Luas bangunan 123 x 123 meter, dan terdiri dari 10 tingkat yang dinamakan Hhumtcambharabudara, gunungan dari akumulasi dari kesalehan dalam tingkatan Bodhisatva. Ada 1460 bingkai relief menghias candi Brobudur, tiap relief menggambarkan ceritera kehidupan Buddha Gautama. Struktur bangunan candi Borobudur sendiri adalah lambang dari semangat Budhis, dimana Budhis menekankan perubahan (reformasi) yang ditempa pada diri seseorang berupa pembangunan karakter dengan jalan meditasi. Meditasi itu sendiri harus dijalankan dengan menciptakan suasana tenang dan damai, didalam dan diluar. Borobudur melambangkan kedamaian dan ketenangan. Meditasi di teras paling atas pada candi Borobudur bertujuan untuk merasakan kekuatan agung yang tercurah kebangunan itu dan meresap ke bumi dibawahnya serta lembah disekitarnya dengan rasa kedamaian dan seluruh keindahan. Ini adalah selalu merupakan bagian dari tradisi Budhis. Tak seberapa jauh dari Borobudur ada lagi bangunan Jawa yang kira kira seusia Borobudur, yakni candi Mendut dimana terdapat patung Buddha yang terbesar di Indonesia, tingginya 3 meter dibuat dari batu hitam sarat dengan atribut pemujaan. Dari wihara Mendut seluruh pekerjaan admistrasi pendaftaran dan persiapan perayaan dilakukan. Partisan yang ikut upacara berdatangan dari segenap penjuru dunia. Satu hari sebelumnya yaitu hari Rabu (17/5/2000) pukul 08.00 WIB dilakukan pengambilan air suci dari Umbul Jumprit di kaki Gunung Sumbing di Kabupaten Temanggung Jawa Tengah. Bersamaan dengan prosesi pengambilan air suci, dilakukan pula pengambilan api abadi dari Merapen di Kabupaten Purwodadi Grobogan Jawa Tengah.. Pengambilan air suci dan api abadi ditempat itu dilakukan oleh masing-masing majelis agama Budha. Diantaranya dilakukan oleh Budha Maitreya, Budha Mahayana, Budha Tantrayana, Lembaga Keagamaan Budha Indonesia (LKBI) dan Majelis Umat Budha Theravada Indonesia (Majubuthi). "Air suci dan api abadi itu selanjutnya akan di bawa ke Vihara Mendut untuk disemayamkan selama satu malam. Keesokan harinya mulai dilakukan prosesi hari raya Trisuci Waisak yang dimulai dari Vihara Mendut berarak-arakan menuju Candi Borobudur. Air suci dan api abadi itu diarak bersama-sama dengan ribuan umat Budha dengan berjalan kaki dari Mendut menuju komplek Candi Borobudur. Kedua benda suci itu ditempatkan di sebuah mobil diurutan paling depan, dibelakangnya diikuti oleh barisan pembawa 50 bendera/panji agama Budha. Selanjutnya dibelakangnya lagi berupa barisan pembawa Kitab suci Tripitaka, barisan Bhikhu Sangha, serta ribuan umat Budha Tantrayana Kasogatan, Majelis Pendeta Budha Mahayana Indonesia (Majabumi), Majelis Pendeta Budha Maitreya Indonesia (Mapanbumi), Majelis Rohaniwan Tridharma Indonesia (Martrisna), Pandeta Sabha Budha Indonesia (PSBI), Lembaga Keagamaan Budha Indonesia (LKBI), Parisadha Budha Dharma Niciren Syosu Indonesia (PBDNSI), Majelis Umat Budha Theravada Indonesia (Majabuthi) dll. Umat Budhis berbondong menuju candi Borobudur melewati candi Pawon sambil membaca mantra, lalu menuju ke pelataran candi Borobudur. Disini mereka berteduh dibawah pohon Bodhi, seperti layaknya Gautama melakukan meditasi di bawah pohon bodhi. Pohon Bodhi yang ada di Borobudur ditanam oleh seorang biksu dari Sri Lanka pada tahun 1934. Selanjutnya upacara prosesi dimulai pelataran Candi Borobudur mulai pukul 12.00 WIB, dengan dipimpin oleh masing-masing pimpinan/pendeta Budha. Puncak acara Trisuci Waisak ditandai dengan upacara renungan Waisak dilanjutkan dengan meditasi Waisak. Setelah puncak upacara Trisuci Waisak 2544 selesai yang mamakan waktu sekitar 1 jam, upacara dilanjutkan dengan pesan Waisak yang disampaikan oleh masing koordinator Dewan Sangha agama Budha. Selanjutnya dilakukan perayaan hari raya Waisak yang dihadiri antara lain Gubernur Jateng dan Pangdam serta pejabat dari pemda Kabupaten Magelang. Selain itu pada saat perayaan Waisak dimeriahkan dengan tari dari Padepokan Bagong Kussudiardjo, Kesenian Kuda lumping dan Barongsay. Kembali ke zaman kolonial Belanda, pada tahun1930 Belanda membolehkan umat Budhis merayakan Waisak dan setelah itu upacara Waisak diselenggarakan secara on and off . Pada tahun 1959 Hari waisak resmi dirayakan oleh umat dan biksu secara manca negara di Borobudur. Pada tahun 1976 Sri Pannavaro Thera seorang pemuka Budhis mengatakan bahwa Borobudur selama ini telah lelap tertidur selama 500 tahun. Bhante Giri Rakkhito Mahatera pemuka Budhis, biksu dari Pulau Dewata mengatakan perubahan sosial yang terjadi selama ini hendaknya disesuaikan dengan pengembangan didalam Dharma sendiri agar bisa menjamin hakikat dari kepribadian umat Budhis. Karena manusia harus hidup bermasyarakat dan dan saling berketergantungan. Mengapa bendera Buddha menggunakan lambang Nazi (Swastika)? Sebenarnya lambang swastika adalah simbol Buddha sejak lama dari ribuan tahun yang silam. Dari beberapa opini yang muncul, dikatakan bahwa kekalahan Nazi salah satunya disebabkan oleh gegabahnya Nazi memutar lambang swastika 45 derajat.

Bersyukur (Ceritera)

January 16th, 2008 by dedysu
Petikan cerita:
Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acara pernikahannya sungguh mewah. semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.

Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, "sayang, aku baru saja membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan," katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.

"Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia."

Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikan mereka bersama. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan memcatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.

Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya. "Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman. Ketika ia mulai membacakannya satu persatu yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir.

"Maaf, apakah aku harus berhenti ?"tanyanya." Oh tidak, lanjutkan," jawab sang suami.

Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis di atas meja dan berkata dengan bahagia "Sekerang gantian ya, engkau yang membecakan daftarmu".

Dengan perlahan suaminya berkata "Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun pribadimu yang kudapatkan kurang."

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya. Ia menunduk dan menangis.

**Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depresi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan.

**Mengapa harus mengahabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekelilling kita ? Kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan melupakan hal yang buruk.

Pembuka

January 14th, 2008 by dedysu

Salam,
Mungkin pada saat ini anda sedang mengakses blog saya melalui friendster ini.
Saya berharap anda semua dapat menikmatinya dengan ceritera yang saya suguhkan, baik yang saya tulis sendiri maupun saya sadur dari refrensi yang lain.
Harapan saya adalah setelah membaca apa yang ingin saya sampaikan ini dapat memberi motivasi kepada kita semua untuk menjadikan hidup lebih baik lagi dan lebih berarti lagi.

Sebenarnya inilah inti dari kehidupan saya dimana sumbangsih akan sangat berarti walaupun sumbangsih itu tidak sebesar sumbangsih diri anda sendiri terhadap peningkatan kulitas hidup anda sendiri.

Akhir kata saya ucapkan terima kasih atas atensinya dan saya berharap ini akan menjadi pemacu dari peningkatan kualitas hidup pribadi masing-masing.

Semoga anda berbahagia selalu dan terbebas dari penderitaan.

Regards,
Dedy Susanto,S.Kom.
Prajna Dedy Susanto,S.Kom.
Panna Dedy Susanto,S.Kom.
Dedydhammavijayo,S.Kom.

Pengenalan

January 14th, 2008 by dedysu

Salam Perkenalan,
Sebelum kita telusuri lebih lanjut mengenai blog saya ini, ada baiknya saya terlebih dahulu memperkenalkan diri saya kepada anda yang sedang membuka blog saya.

Saya bernama DEDY SUSANTO,S.KOM.
Lahir dari keluarga nelayan sederhana pada tanggal 19 maret 1985 (real), 1 Desember 1985 (akta).

Pendidikan formal yang pernah saya jalani diantaranya adalah:
1.SD, saya jalani di SD Dewi Sartika Bedage dan tamat tahun 1997.
2.SLTP, saya jalani di SLTP RA.Kartini Sei Rampah dan tamat tahun 2000.
3.SMU, saya jalani di SMU F.Tandean Tebing Tinggi dan tamat tahun 2003.
4.S1 Jur TI, saya jalani di STMIK-Mikroskil Medan dan tamat tahun 2007.

Pendidikan nonformat yang pernah saya jalani diantaranya adalah:
1.Bahasa Inggris di Tagore Education Centre (TEC) Tebing Tinggi
2.Bahasa Inggris di Mikroskil Proffesional Development Center (MPDC) Medan
2.Komputer di Intel Com Tebing Tinggi

Pekerjaan:
1.Guru Private tahun 2003 s/d 2005.
2.Staff Wakil Kepala Sekolah-1 bagian kurikulum di Perguruan Hang Kesturi Medan tahun 2005 s/d 2007.
3.Guru komputer di Perguruan Hang Kesturi Medan 3 bulan tahun 2006

Kegiatan aktif yang pernah dilaksanakan diantaranya:
1.Ceramah keagamaan di Vihara Borobudur Medan
2.Menulis artikel keagamaan (Belum dipublikasikan)
3.Menulis puisi (Belum dipublikasikan)
4.Menulis kata-kata bijak (dipublikasikan di Friendster)
5.Konseling keagamaan (Melalui pesan singkat handphone)

Pesan Kepada semua pembaca:
Hidup sebagai manusia adalah bukan hidup hanya sebatas untuk diri sendiri, akan tetapi kita juga hidup untuk orang banyak, oleh sebab itu hendaknya kita bisa bersumbangsih dan memberi manfaat kepada orang lain sehingga kita merasa berbahagia begitu juga orang lain, dengan begitu hidup kita akan terasa masih berharga dan bermanfaat untuk orang lain.

Akhir kata inilah perkanalan saya kepada anda semua.
Atas perhatiannya saya mengucapkan terima kasih.

Semoga berbahagia selalu dan terbebas dari penderitaan.

Contact,
+6281361488513
+6285296411356

Regards,
Dedy Susanto,S.Kom.
Prajna Dedy Susanto,S.Kom.
Panna Dedy Susanto,S.Kom.
Dedydhammavijayo,S.Kom.